Monday, May 18, 2015

SISTEM SARAF PUSAT




Sistem saraf pusat (SSP) terdiri dari :
(1) Otak
(2) Medula spinalis
Secara makroskopik tdd:
(1)
 Gray matter (substansi grisea)
    mengandung badan sel saraf, dendrit, & ujung akson tak bermelin; kumpulan
  
    badan sel di otak & medulla spinalis disebut nukleus.
(2)
   White matter (substansi alba)
   
 sebagian besar tersusun atas akson bermielin dan sangat sedikit badan sel;    
 kumpulan akson yg menghubungkan berbagai area di SSP disebut traktus









Diperkirakan otak terdiri atas 100milyar neuron
Otak dibagi menjadi 6 divisi utama:
1. Serebrum              

2. Diensefalon
3. Serebelum
4. Midbrain
5. Pons                      
6. Medula oblongata




SEREBRUM
Merupakan bagian terbesar dari otak manusia.
Terdapat 2 hemisfer yg tampak simetris tetapi struktur & fungsinya berbeda:
- hemisfer kanan: mengontrol tangan kiri, pengenalan thd musik & artistik, ruang &
   
 pola persepsi, pandangan & imajinasi.
- hemisfer kiri: mengontrol tangan kanan, bahasa lisan & tulisan, ketrampilan numerik & saintifik, & penalaran
.
Permukaan hemisfer tampak berbentuk tonjolan (gyrus) & lekukan (sulcus); lekukan yg dalam disebut fissura.
Tiap hemisfer dibagi menjadi 4 lobus: lobus frontal, lobus parietal, lobus oksipital, & lobus temporal
Setiap hemisfer terbentuk atas lap tipis substansi grisea yg disebut KORTEKS SEREBRI (tebal 3mm) menutupi lap tebal bag inti substansi alba.
Substansi alba di lap inti serebrum: serat asosiasi, serat komisura & serat proyeksi
Substansi grisea lain yg berada di bg dlm lap inti GANGLIA BASAL.






Korteks Serebri
Lobus frontal
- pusat fungsi intelektual yang lebih tinggi, seperti kemampuan berpikir abstrak dan   
 nalar, motorik bicara (area broca di hemisfer kiri), pusat penghidu, dan emosi.
- pusat pengontrolan gerakan volunter di gyrus presentralis (area motorik primer)
.
- terdapat area asosiasi motorik (area premotor)
Lobus parietal
- pusat kesadaran sensorik di gyrus postsentralis (area sensorik primer)
- terdapat area asosiasi sensorik
Lobus oksipital
- pusat penglihatan & area asosiasi penglihatan: menginterpretasi & memproses
  rangsang penglihatan dari nervus optikus & mengasosiasikan rangsang ini dengan
  informasi saraf lain & memori.
- merupakan lobus terkecil
Lobus temporal
- berperan dlm pembentukan & perkembangan emosi
- pusat pendengaran





Ganglia Basal
Merupakan kumpulan dari badan-badan sel saraf (nukleus).
Berperan dalam mengontrol gerakan dgn cara:
(1) menghambat tonus otot
(2) memilih & mempertahankan aktivitas motorik bertujuan
(3) memantau & mengkoordinasikan kontraksi menetap yang lambat
Penyakit Parkinson: gangguan pd Ganglia Basal, terutama karena defisiensi neurotransmiter dopamin menyebkan peningkatan tonus (kekakuan), tremor istirahat, & perlambatan inisiasi & pelaksanaan gerakan yang berbeda.






 











Beberapa bagian dari otak yg tersembunyi di balik korteks serebri:
  •  Bulbus olfaktorius: menerima informasi dari epitel olfaktorius (reseptor penghidu)
  • Striatum: menerima informasi dari lobus frontal & dari sistem limbik
  • Nukleus accumbens (NA): tempat bersinapsnya sel saraf yg melepaskan dopamin; efek menyenangkan (adiktif) dari amfetamin, kokain, & obat2 psikoaktif bergantung pd kadar dopamin yg dilepaskan neuron di NA ini.
Sistem Limbik
Menerima informasi dari berbagai area asosiasi di korteks serebri  & sinyal ini melalui nukleus accumbens (NA).
Terdiri dari:
(1) Hipokampus
: bagian yg berperan dlm proses belajar & pembentukan memori
   jangka panjang
(2) Amigdala
: merupakan pusat emosi (seperti: takut); mengirimsinyal ke hipotalamus
& medula oblongata yg kemudian mengaktifkan respons flight or fight dari 
sistem saraf otonom; menerima sinyal dari sistem penghidu & menentukan
pengaruh bau terhadap emosi.





Thalamus
Fungsi:
  • Sebagai stasiun relay & pusat integrasi sinaps untuk pengolahan awal semua input sensori menuju korteks
  • Menyaring sinyal-sinyal tak bermakna
  • Bersama batang otak & area asosiasi mengarahkan perhatian kita ke rangsangan yang menarik
  • Menentukan kesadaran kasar bbg sensasi ttp tdk dpt membedakan lokasi & intensitas
  • Memperkuat perilaku motorik volunter yang dimulai oleh korteks

Hipothalamus
  • Merupakan area terpenting dlm pengaturan lingkungan internal tubuh (homeostasis)
  • Mengontrol suhu tubuh, rasa haus & pengeluaran urin, lapar & kenyang, sekresi hormon-hormon hipofisis anterior, menghasilkan hormon-hormon hipofisis posterior, kontraksi uterus & pengeluaran ASI.
  • Merupakan pusat koordinasi sistem saraf otonom utama
  • Berperan dalam pola perilaku & emosi (respons takut & berani; perilaku seksual)






SEREBELUM
Serebelum membandingkan antara informasi yg diterima dari pusat pengontrolan yg lebih tinggi ttg apa yg sebaiknya otot lakukan & sistem saraf perifer ttg apa yg otot lakukan memberi sinyal umpan balik untuk mengoreksi gerakan dikirim ke serebrum mll thalamus gerakan yg lebih halus, cepat, terkoordinasi, & terampil; mempertahankan posisi & keseimbangan.

Fungsi serebelum
1.        Menerima perintah gerakan terencana bds informasi dr korteks motorik & ganglia basal mll nukleus di Pons
2.        Menerima gerakan nyata
- dari reseptor propriosepsi mll traktus spinoserebellar anterior & posterior
- dari reseptor vestibular di telinga mll traktus vestibulocerebellar
- dari mata
3.        Membandingkan sinyal umum (perintah untuk bergerak) dgn informasi sensorik (gerakan nyata)
4.        Mengirimkan umpan balik berupa sinyal korektif ke nukleus di batang otak & korteks motorik melalui thalamus.

BATANG OTAK
Midbrain (Mesensefalon)
* superior colliculi: pusat refleks gerakan kepala & bola mata ketika berespons thd rangsang visual
* inferior colliculi: pusat refleks gerakan kepala & tubuh ketika berepons thd rangsang suara
Formasio Retikular: bagian  inti dr substansia grisea yg terbentang dari medula oblongata ke midbrain & terbentuk dr ribuan neuron kecil yang tersusun spt jaring (reticular=net)
RAS (Reticular Activating System)
jalur polisinaps yg terdapat dlm formasio retikular; menentukan tingkat kesadaran & jaga yg memungkinkan terbentuknya persepsi.
Pons
Pusat pernapasan:
- Pusat apneustik
mengontrol kontraksi otot inspirasi
- Pusat pneumotaksik
mengontrol relaksasi otot pernapasan shg tjd ekspirasi Medula Oblongata
Pusat pernafasan:
Dorsal group
  kelompok neuron yg membentuk pernapasan otomatis;
Ventral group
kelompok neuron yg mempersarafi otot -otot  pernapasan
Terdapat  kemoreseptor yg sensitif thd perubahan konsentrasi ion H+ & konsentrasi CO2.
Pusat pengaturan jantung:
cardioaccelerator center
meningkatkan denyut & kekuatan kontraksi jantung (mll saraf simpatis) & cardioinhibitori center menurunkan denyut jantung ke pacemaker N.vagus (saraf parasimpatis)
Pusat vasomotor . mengontrol diameter pembuluh darah melalui saraf simpatis dalam pengaturan tekanan darah.
Pusat refleks nonvital refleks menelan, muntah, batuk, bersin, & tersedak.




MEDULA SPINALIS
Terdapat 31 pasang saraf spinal yang melalui medula spinalis    nervus campuran yg berisi akson sensorik & motorik; berjalan di kolumna spinal.
Semua akson sensorik masuk ke medula spinalis mll ganglion akar dorsal.
- Traktus spinotalamikus lateral
menghantarkan impuls modalitas nyeri & suhu
- Traktus spinotalamikus anterior
menghantarkan impuls modalitas geli, gatal,
 sentuhan, & tekanan
- Traktus lemniscus medialis-kolumna posterior
  menghantarkan impuls yg
  membedakan 2 titik, stereognosis, propriosepsi, membedakan berat, & sensasi   
  getaran.
-  Semua akson motorik keluar dari medula spinalis melalui akar ventral.
JALUR PIRAMIDAL/LANGSUNG (mll piramid medula oblongata; langsung dari korteks motorik)
- Traktus kortikospinal lateral
mengontrol ketepatan kontraksi otot- otot di
  ujung ekstermitas
- Traktus kortikospinal anterior
mengkoordinasi gerakan rangka aksial dgn
  mengontrol kontraksi otot di leher & lengan.
- Traktus kortikobulbar
mengontrol gerakan volunter kepala & leher

JALUR EKSTRAPIRAMIDAL/ TAK LANGSUNG  (sirkuit polisinaps di ganglia basal, thalamus, & serebelum)
- Traktus vestibulospinal (mulai dr nukleus vestibular)
mengatur tonus otot dlm  
  berepons thd gerakan kepala; berperan dlm keseimbangan
- Traktus tektospinal (mulai dr kolikulus superior)
mengontrol gerakan kepala dlm
  berespons terhadap rangsang visual
- Interneuron menghubungkan saraf sensorik dengan saraf motorik REFLEKS



REFERENSI
1.      Review of Medical Physiology, William F. Gannong, 22 edition, 2005.
2.      Stroke, A Practical Guide to Management, Second edition, CP. Warlow, et. Al, 2001.
3.      Topical Diagnosis in Neurology, Mathias Baehr, MD. Et all.,
4th complete revised edition.
4.      Topical Diagnosis in Neurology, Peter Duus, June 1989.


SISTEM SARAF PUSAT Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 comments:

Post a Comment